Rabu, 05 Juni 2013

PENGENALAN CACAT KAYU

Cacat Kayu Bulat
“Suatu kelainan yang terdapat pada kayu Bulat yang dapat mempengaruhi mutu dan atau isi”

Sistem Pengujian
• Sistem pengujian kayu Bulat rimba yang berlaku di Indonesia didasarkan :
- persyaratan ukuran
- persyaratan cacat dan
- persyaratan hasil.
Ketiga unsur tersebut sangat berkaitan dengan pengetahuan tentang cacat kayu, oleh karena itu untuk dapat memahami pengujian kayu terlebih dahulu harus memahami cacat-cacat kayu

Persyaratan ukuran
• Mutu kayu Bulat didasarkan kepada besarnya ukuran, yaitu panjang dan diameter sesuai dengan persyaratan mutu masing-masing jenis kayu

Persyaratan cacat
• Untuk penetapan mutu berdasarkan cacat diperlukan penilaian cacat yang terdapat pada kayu Bulat tersebut, baik jenis, ukuran, jumlah, keadaan dan penyebaran cacat sesuai dengan persyaratan mutunya

Persyaratan hasil
• Persyaratan mutu berdasarkan hasil terdiri dari penilaian isi sehat (Is) dan penilaian nilai konversi (Nk)

Penilaian isi sehat ditetapkan oleh besarnya persen isi sehat yang diakibatkan oleh adanya isi yang tidak sehat, yaitu isi cacat
Penilaian nilai konversi digunakan apabila berdasarkan persyaratan cacat yang ada tidak memenuhi persyaratan mutu tertentu







Maksud
• Untuk dapat mengenal, mengidentifikasi, mengukur, menghitung, dan menilai cacat-cact yang terdapat pada kayu Bulat rimba, serta dapat mengetahui akibat atau pengaruh dari adanya cacat tersebut baik terhadap isi/volume kayu maupun terhadap mutu/kualita kayu

Tujuannya :
• Untuk dapat menetapkan ukuran dan isi serta mutu kayu Bulat rimba dengan tepat dan benar, serta dapat mencegah, menekan ataupun mengendalikan terjadinya cacat-cacat tersebut.

Pengelompokan cacat

Berdasarkan penyebabnya:
Cacat alami, yaitu cacat kayu Bulat yang disebabkan oleh faktor alam seperti cuaca, angin dan tempat tumbuh serta faktor bawaan dari kayu tersebut.
(kelurusan, keBulatan, kesilindrisan, arah serat, alur, mata kayu, benjolan, kulit tersisip/tumbuh, buku)
Cacat biologis, yaitu cacat kayu Bulat yang disebakan oleh mahluk hidup, seperti serangga dan jamur yang penyerangannya dilakukan baik terhadap kayu yang masih berdiri dihutan, maupun setelah ditebang.
(lubang gerek, gubal, gerowong/teras busuk, teras rapuh)
Cacat teknis, yaitu kayu Bulat yang disebabkan oleh faktor manusia dan peralatan yang digunakan, seperti salah potong dan salah arah tebang, sistem penyaradan dan pengangkutan
(Pecah/belah, lengar, pecah banting, pecah slemper/lepas, pecah busur/gelang, pecah bontos, pakah, lubang lainnya.

Berdasarkan bentuk dan lokasi penyerangan:
Cacat bentuk, ialah cacat/kelainan dari bentuk kayu yang tidak diharapkan, antara lain: kelurusan, kesilindrisan, arah serat, keBulatan dan alur.
Cacat badan, ialah cacat kayu yang terdapat pada badan kayu, antara lain: lubang gerek, pecah/belah, mata kayu, gubal, benjolan, kulit tersisip/tumbuh, lengar, pecah banting, pecah slemper/lepas, buku, teras busuk
Cacat bontos, ialah cacat kayu yang terdapat pada bontos kayu, antara lain: gerowong, pecah busur/pecah gelang, pecah bontos, teras rapuh, pakah dan lubang lainnya.

Cacat Bentuk
Kelurusan
• Bentuk kayu yang ditetapkan dengan cara membandingkan kedalaman lengkung dengan panjang kayu dalam satuan persen
• Penilaian terhadap cacat kelurusan dinyatakan dalam persen, misalnya < kelurusan =" y/p" dp =" (d1" du =" (d3"> 2 bh (>2 bh/btg)
• Kedalaman alur adalah: - Kedalaman alur adalah:» (diambil 3 bh alur yang terberat)
Arah Serat
• Arah sel serabut kayu longitudinal (ke arah panjang), yang ditetapkan dengan cara membandingkan besarnya penyimpangan serat pada umumnya terhadap arah sumbu kayu
• Penilaian terhadap cacat arah serat dinyatakan dalam bentuk perbandingan, misalnya 1 : 10, yaitu sisi segitiga siku-siku yang menghubungkan arah sumbu dengan arah serat berbanding dengan sisi segi tiga siku-siku lainnya.







Cacat Badan
 Lubang gerek
 Lubang pada badan kayu Bulat yang disebabkan oleh serangga penggerak.
 Berdasarkan diameter:
- lubang gerek kecil (Lgk)/lubang jarum; apabila Ø nya ≤ 2 mm
- lubang gerek sedang (Lgs); apabila Ø nya > 2 mm sampai dengan 5 mm
- lubang gerek besar (Lgb); apabila Ø nya > 5 mm
 Berdasarkan penyebaran:
- lubang gerek gerombol (Grb); apabila jumlanya > 30 bh dalam luas permukaan kayu 150 Cm2
- lubang gerek tersebar merata (tm); apabila jumlanya ≤ 30 bh dalam luas permukaan kayu 150Cm2

Pecah/belah (Pe/Be)
 Terpisahnya serat dengan lebar celah lebih dari 2 mm
 Penilaian terhadap cacat Pe/Be dinyatakan dalam persen, misainya 15% p, yaitu jumlah panjang semua Pe/Be pada kedua bontosnya adalah 15 % dari panjang kayu (p). Pe/Be yang berhadapan dianggap 1 buah.
 Pe/Be b dan d berhadapan dihitung 1 bh, diambil yang terpanjang

 % Pe/Be = ………….. X 100 %

Mata Kayu (Mk)
 Bekas cabang atau ranting pada permukaan kayu
 Mata kayu sehat (Mks); mata kayu yang bebas dari pembusukan, berpenampang keras, tidak mengelupas dan berwarna sama atau lebih tua daripada warna kayu sekitarnya
Mata kayu busuk (Mkb); mata kayu yang menunjukkan tanda pembusukan, bagian kayunya lebih lunak dibandingkan dengan kayu disekitarnya dan mudah lepas, sehingga dapat menimbulkan lubang

Penilaian terhadap cacat Mk dinyatakan dalam;
- Keadaan Mk, yaitu Mks atau Mkb.
- Jumlah (jml) Mk, yaitu tdp atau tmp.
- Ø Mk, ialah rata-rata panjang dan lebar Mk terbesar, diukur pada batas gubal
- Jarak (jrk) Mk, adalah jarak terpendek antar Mk (Mks/ Mkb) sejajar sumbu kayu
- Untuk sebagian besar kayu Bulat P. Jawa, Mk dibandingkan dengan diameter kayu (d) dinyatakan dalam persen.
• Jumlah Mk adalah 1 bh tmp, atau 2 bh tdp
• Ø Mk adalah 7 cm (yang terbesar)
• Jarak antar Mk adalah jrk 1 (yang terpendek)
• Perbandingannya adalah 7/d x 100%

 Benjolan (Bj)
“Tonjolan atau pembengkakan pada satu tempat atau melingkar pada badan kayu.”
Kayu Bulat dianggap mempunyai benjolan apabila tinggi tonjolan ≥ 3 cm dari badan kayu yang normal dan tidak terdapat adanya bekas cabang atau mata kayu

Penilaian terhadap cacat benjolan dinyatakan dalam:
- Jarak terpendek antar benjolan sejajar sumbu kayu
- Jumlah tmp-nya dan atau tiap batangnya.
- Untuk jenis tertentu, perlu diukur Ø nya.
• Jarak Bj adalah jrk 2 (yang terpendek sejajar sumbu kayu)
• Jumlah Bj adalah 2 bh atau 3 bh/batang
• Ø adalah diameter Bj





Kulit tersisip/kulit tumbuh (Kt)
“Kulit yang sebagian atau seluruhnya terdapat atau tumbuh di dalam kayu, biasanya terdapat pada alur atau di sekeliling mata kayu”
• Penilaian terhadap cacat kulit tersisip/kulit tumbuh dinyatakan dalam;
• Jumlah Kt dibadan dihitung tmp, di bontos dihitung per bo.
• Luas Kt dengan cara mengalikan panjang dan lebar Kt (di bontos).
• Jumlah Kt di badan adalah 1 bh tmp
• Jumlah Kt di bontos adalah 2 bh/bo
• Luas Kt1/Kt2 adalah pj x lb
• Luas Kt = Luas Kt1 + luas Kt2

Cacat Bontos
Pecah busur/pecah gelang (Peb/Peg)

• Pecah busur; terpisahnya serat pada bontos yang mengikuti lingkaran tumbuh yang bentuknya kurang dari ½ lingkaran
• Pecah gelang; terpisahnya serat pada bontos yang mengikuti lingkaran tumbuh yang bentuknya ½ lingkaran atau lebih

Penilaian terhadap cacat Peb/Peg dinyatakan dalam persen dengan cara:
• Membandingkan panjang linier atau panjang lengkungan Peb/Peg yang terpanjang dari kedua bontosnya terhadap diameter kayu (d).
• Membandingkan jumlah panjang linier seluruh Peb/Peg pada setiap bontos terhadap diameter kayu (d).
Keterangan:
y
• %Peb/Peg= — x 100 %
d
(yang terpanjang)
x + y + z
• %Peb/Peg= …………… x 100%
• d
(jumlah keseluruhan)

Pecah bontos (Pebo)
“Terpisahnya serat pada bontos yang dimulai baik dari hati maupun dari gubal yang memotong lingkaran tumbuh”
• Penilaian terhadap cacat Pebo dinyatakan dalam ada atau tidak ada, untuk jenis tertentu dihitung jumlah per bontosnya. Pebo yang berhadapan dianggap 1 bh.
• Jumlah Pebo adalah 4 bh/bo ● Jumlah Pebo adalah 2 bh/bo
• Cacat Lengar
• Lekukan pada badan kayu yang ditandai dengan hilangnya gubal dan terasnya mengalami pembusukan, umumnya lengar disebabkan oleh kebakaran atau sebab lain, sehingga pertumbuhan terhenti
• Penilaian terhadap cacat lengar ialah diukur besar lebarnya terhadap keliling kayu dan panjangnya terhadap panjang kayu.

Pecah Banting (Pebt)
“Pecah atau kerusakan kayu disebabkan oleh benturan”

 Penilaian cacat Pebt. Dilakukan terhadap lebar dan panjang Pebt, yaitu:
• Lebar Pebt dibandingkan dengan keliling kayu, seperti ¼ kel.
• Panjang Pebt dibandingkan dengan panjang kayu dalam persen, seperti 20 % p.



Keterangan gambar:
- Lb = lebar Pebt.
- Pj = panjang Pebt
Jadi:
- Lebar Pebt = ¼ keliling
pj
- Panjang Pebt = ---- x 100 %
p

 Pecah Slemper/Pecah Lepas
“Bagian kayu yang hilang atau mudah lepas”

Penilaian cacat pecah slemper/pecah lepas dilakukan terhadap lebar pecah slempernya dibanding dengan keliling kayu, seperti ¼ keliling (1/4 kel)

Keterangan :
- Lb = lebar pecah
- ¼ kel = ¼ keliling
Jadi pecah slemper = ¼ keliling

Cacat Buku (Bk)
“Benjolan yang mengelilingi batang, yang disebabkan oleh bekas cabang/ranting dengan pola pertumbuhan cabang terminal”

Penilaian terhadap cacat buku dinyatakan dalam:
* Jarak terpendek antar buku.
* Jumlah tmp-nya.
* Ø buku.

• Keterangan:
* jarak Bk adalah jrk 2 (yang terpendek)
* Jumlah Bk adalah 2 bh tmp
* Ø adalah diameter Bj

 Teras Rapuh (Tr)
“ Teras; bagian kayu yang terletak antara hati dan gubal”
• Teras rapuh; teras yang memperlihatkan kerapuhan yang abnormal
• Penilaian terhadap cacat teras rapuh (Tr) dinyatakan dalam persen.

Terdapat 2 (dua) cara penilaian persentase cacat Tr yaitu:
• Membandingkan diameter terbesar Tr dengan diameter kayu.
• Menghitung % isi Tr, lihat SNI Pengukuran dan Tabel isi kayu Bulat rimba, tentang penetapan isi cacat.
• Keterangan gambar:
- Ø1 adalah diameter Tr terbesar
- Ø2 adalah diameter Tr terkecil

Jadi % Tr = Ø1 x 100%









Gerowong dan Teras Busuk (Gr/Tb)
“Gerowong; lubang besar pada bontos kearah panjang kayu, baik tembus maupun tidak tembus tanpa atau dengan tanda-tanda pembusukan”
• Teras busuk; teras yang memperlihatkan tanda-tanda pembusukan

 Penilaian terhadap cacat gerowong/teras busuk (Gr/Tb) dinyatakan dalam persen dan kubikasi. Terdapat 2 (dua) cara penilaian cacat Gr/Tb yaitu:
• Membandingkan diameter terbesar Gr/Tb dengan diameter kayu, khusus Gr kedalamannya dibandingkan dengan panjang kayu.
• Menghitung persen dan kubikasi cacat bontos sesuai SNI Pengukuran dan tabel isi kayu Bulat rimba.
# Cara menghitung % Gr/Tb sama dengan menghitung % Tr, sedangkan cara mengukur kedalaman Gr dapat dilihat seperti gambar di bawah ini.
• Keterangan gambar:
- a adalah kedalaman Gr
- p adalah panjang kayu Bulat

% kedalaman Gr = …… x 100%

Cacat Gubal
“ Gubal (Gu); bagian kayu antara kulit dan teras, pada umumnya berwarna lebih terang dari kayu teras”
• Gubal busuk (Gb); gubal yang sudah mengalami pembusukan, dicirikan oleh rapuhnya bagian badan
• Gubal tidak sehat (Gts); gubal yang sudah mendapat serangan jamur, dicirikan oleh perubahan warna akan tetapi masih keras

Penilaian tarhadap cacat gubal meliputi:
• Keadaan gubal, yaitu gubal sehat (Gs), gubal tidak sehat (Gts) dan gubal busuk (Gb).
• Untuk Gs diukur tebal gubalnya yaitu tebal terbesar dan atau tebal rata-rata dengan merata- ratakan tebal terkecil dan terbesar pada setiap bontosnya.
• Untuk Gts dinyatakan dalam persen.
• Untuk Gb dinyatakan dalam persen dan kubikasi.
• Untuk menghitung % Gts dan Gb lihat cara menghitung persen dan kubikasi cacat gubal dalam SNI Pengukuran dan tabel isi kayu Bulat rimba. Sedangkan cara mengukur tebal Gs, lihat gambar berikut.
• Keterangan gambar:
a = Gs tertebal
b = Gs terkecil
• Tebal Gs adalah : a, dan atau (a + b)/2

Cacat Pakah
“Hasil pemotongan kayu bercabang yang hampir sama besarnya, yang ditandai dengan adanya 2 (dua) buah hati pada bontos lainnya”
• Cacat pakah ditetapkan dengan cara mengamati ada tidaknya pakah pada bontos.
• Cacat Lubang Lainnya (Li)
• Penilaian terhadap carat lubang lainnya (Li) pada setiap bontos dinyatakan ada atau tidak ada serta menghitung jumlahnya pada masing-masing bontos.


Nilai Konversi
“Penilaian nilai konversi digunakan apabilaberdasarkan persyaratan cacat yang ada tidak memenuhi persyaratan mutu tertentu”

Caranya :
• Buat kotak-kotak pada salah satu bontos, yang menggambarkan
perkiraan jumlah batang KG yang dapat dihasilkan dari KB dengan
ukuran tebal dan lebar minimum untuk :
- KBK 2 cm x 5 cm
- KBS/KBB 5 cm x 10 cm (panjang minimal 50 % p KB serta
menghasilkan KG yang tidak TLU
• Hitung jumlah kotak/batang yang dapat menghasilkan dan ukur
perkiraan panjang yang dapat digunakan, kemudian hitung isinya.
• NK adalah perbandingan antara isi seluruh kotak dengan isi KB dalam
persen




Senin, 03 Juni 2013

CARA MERAWAT LANTAI KAYU ATAU WOOD FLOORING

Cara Merawat Lantai Kayu.




Parket (parquet) adalah salah satu bahan finishing penutup lantai yang populer dan kini sering diaplikasikan di rumah-rumah. Dengan berbagai pilihan warna, tekstur, pola, dan model, parket (parquet) yang berbahan dasar kayu solid atau kayu keras pasti lebih tahan lama khususnya untuk penggunaan bagian luar (outdoor/semi outdoor). Sebenarnya parket (parquet) adalah kepingan atau lembaran kayu berbentuk persegi yang juga disebut ubin kayu, karena fungsinya sama seperti ubin, keramik (juga dalam berbagai ukuran) yang digunakan sebagai material finishing penutup lantai.

Produk parket (parquet) ini berbentuk lempengan-lempengan papan kecil atau layer-layer kayu yang disatukan melalui sistem penyambungan yang akurat dan perekatan yang kuat. Lalu dipasang sebagai ubin lantai dengan bantuan perekat khusus dan penyelesaiannya berupa laminasi melamic agar hasil akhirnya terlihat lebih mengkilap.

Perawatan Lantai Parket (Parquet)

Untuk perawatannya, lantai parket (parquet) memang perlu perawatan yang khusus, seperti ketika Anda merawat furniture berbahan dasar kayu. Jika Anda adalah orang yang kebetulan banyak berkecimpung pada pembuatan dan perawatan furniture kayu maka tips ini cukup anda jadikan tambahan refersni saja. Namun jika Anda termasuk awam, maka tips didalam artikel ini bisa Anda jadikan acuan dalam menangani perawatan lantai parket (parquet) dirumah Anda. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda coba lakukan:

1. Biasakan menyapu lantai parket (parquet) Anda rutin setiap hari agar debu tidak bertumpuk pada permukaan parket (parquet). Pakailah sapu berbulu lembut atau penyedot debu (vacuum cleaner) untuk membersihkan dan lanjutkan dengan lap kering untuk mengangkat sisa-sisa debu.

2. Mengingat bahan utama lantai parket (parquet) terbuat dari kayu, maka musuh utamanya adalah kelembaban. Disarankan merawat lantai parket (parquet) dengan penyedot debu atau sapu saja. Jangan pernah mengepel lantai parket (parquet) karena genangan air yang terkurung di lapisan plywood bisa melapukkan kayu. Selain itu, dengan meningkatnya kelembaban pada parket (parquet) dapat menimbulkan perbedaan tekanan yang drastis. Akibatnya sendi parket (parquet) bisa lepas dan kalau diinjak lantai akan berbunyi atau berderik.

3. Meski banyak produk lantai parket (parquet) yang menjanjikan tahan gores dan tak bisa dirembesi air, lebih baik hindari penggunaan air pada lantai parket (parquet) untuk menjaga keawetannya. Jangan sampai air merembes ke dalam pori-pori parket karena akan membuatnya terkelupas.

4. Jika lantai parket (parquet) Anda terkena noda makanan atau minuman, segera angkat kotorannya dengan tisu atau lap kering. Lalu gunakan cairan khusus pembersih kayu parket (parquet) untuk membersihkan lapisan permukaannya.

5. Agar tidak menimbulkan goresan atau cacat pada permukaan lantai parket (parquet), Anda harus berhati-hati ketika memindahkan barang. Sebaiknya barang diangkat dan alas furnitur dilapisi karet agar tidak menimbulkan bekas goresan pada lantai. Alas kaki atau sepatu yang digunakan juga sebaiknya tidak tajam dan keras. Hindari memindahkan perabot atau furniture dengan cara mendorongnya diatas lapisan parket (parquet), karena cara ini sangat berpotensi merusak lapisan parket (parquet) dirumah anda.

6. Untuk lantai parket (parquet) yang terbuat dari kayu solid atau kayu keras, perawatan tambahan yang dilakukan adalah proses waxing atau penyemiran ulang setiap bulan dengan menggunakan bahan pengkilap kayu (teak oli, pledge) dan tiap dua tahun sekali sebaiknya dilakukan coating ulang.

7. Untuk membersihkan noda membandel sekaligus membuat lantai parket (parquet) lebih berkilau, Anda bisa memanfaatkan air perasan lemon atau belimbing wuluh. Atau Anda bisa memakai white vinegar yang didiamkan selama 4 menit pada noda di lantai parket, lalu Anda bersihkan dengan kain lap yang bersih.

8. Karpet dapat dijadikan alternatif untuk menutupi lantai parket (parquet), terutama pada area atau ruangan yang paling sering dilalui. Namun pilihlah karpet dengan lapisan yang tidak licin sehingga tidak mudah tergeser yang mungkin akan menyebabkan siapapun yang melaluinya tergelincir atau terpeleset.

9. Selain menjaga lantai parket (parquet) dari kelembaban, sebaiknya anda gunakan lapisan atau bahan kimia anti rayap. Untuk membuat lantai parket (parquet) anti rayap bisa dilakukan penyuntikan pada kepingan kayunya. Atau ketika Anda membeli material parket (parquet) ini, Anda bisa memilih jenis parket (parquet) yang sudah disuntik dengan cairan anti rayap.

10. Untuk daerah tropis, lantai parket (parquet) memang membutuhkan perawatan ekstra karena warna kayu bisa pudar akibat sinar matahari. Untuk menjaga agar penampilan parket tetap awet, sebaiknya Anda sering menukar letak perabot di ruangan yang menggunakan parket. Anda juga bisa melakukan proses steam setiap 6 bulan sekali. Proses steam ini dimaksudkan agar warna dan kebersihan parket (parquet) tetap terjaga dengan baik.

Demikian tips pada artikel kali ini, dengan mengikuti panduan dan tips diatas maka merawat lantai parket (parquet) agar tetap awet dan terjaga kebersihan serta keindahannya bukan lagi masalah buat anda. Selamat berakhir pekan..

MARGIN DALAM EKONOMI

MARGIN
Dalam ilmu ekonomi , margin adalah satu set kendala dikonseptualisasikan sebagai perbatasan.  Sebuah perubahan marjinal adalah perubahan yang berhubungan dengan relaksasi atau pengetatan kendala - baik perubahan kendala, atau perubahan dalam menanggapi perubahan ini kendala.

Margin ekstensif dan intensif 

Margin kadang-kadang dikonseptualisasikan sebagai luas atau intensif: 

Margin yang luas sesuai dengan jumlah input yang digunakan dalam beberapa pengertian dipekerjakan. Misalnya, mempekerjakan seorang pekerja tambahan akan meningkatkan margin yang luas.
Margin intensif sesuai dengan jumlah penggunaan diekstraksi dalam margin yang luas diberikan. Misalnya, mengurangi produksi yang diperlukan dari himpunan pekerja akan mengurangi marjin intensif.

Dalam konteks tenaga kerja, marjin intensif dapat merujuk kepada orang-orang yang sudah dalam angkatan kerja. Margin yang luas mengacu pada semua anggota dari angkatan kerja, pekerja dan pengangguran. Ketika mendiskusikan perubahan dalam tingkat tabungan S (r) dalam model ekuilibrium jangka panjang, kita asumsikan S '(r)> 0 yaitu tabungan meningkat dalam tingkat pengembalian riil. Untuk individu, ada respon sedikit tabungan untuk perubahan suku bunga yaitu s '(r) ≈ 0. Ketika kita mempertimbangkan margin luas, respon keseluruhan pada kenyataannya biasanya positif. Individu tidak meningkatkan tingkat tabungan mereka, tetapi banyak orang menjadi penabung.

Minggu, 02 Juni 2013

PENYAKIT SKIZOFRENIA



Jenis Skizofrenia 
  • Paranoid Skizofrenia : Jenis skizofrenia dimana penderitanya mengalami bayangan dan khayalan tentang kontrol dari orang lain dan juga kesombongan yang berdasarkan kepercayaan bahwa penderita itu lebih mampu dan lebih hebat dari orang lain.
  • Skizofrenia Tidak Teratur : Jenis skizofrenia yang sifatnya ditandai terutama oleh gangguan dan kelainan di pikiran. Seseorang yang menderita skizofrenia sering menunjukkan tanda tanda emosi dan eksspressi yang tidak esuai untuk keadaan nya. Halusinasi dan khayalan adalah gejala gejala yang sering dialami untuk orang yang mederita skizofrenia jenis ini. 
  • Katatonia Skizofrenia : Jenis skizofrenia yang ditandai dengan berbagai gangguan motorik, termasuk kegembiraan ekstrim dan pingsan. orang yang menderita bentuk skizofrenia ini akan menampilkan gejala negatif: postur katatonik dan fleksibilitas seperti lilin yang bisa di pertahankan dalam turun waktu yang panjang. 
  • Dibedakan Skizofrenia : Jenis skizofrenia dimana penderita penyakitnya memiliki delusi, halusinasi dan perilaku tidak teratur tetapi tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia paranoid, tidak teratur, atau katatonik. 
  • Sisa Skizofrenia : Skizofrenia sisa akan di diagnosis ketika setidaknya epsiode dari salah satu dari empat jenis skizofrenia yang lainnya telah terjadi. Tetapi skizofrenia ini tidak mempunyai satu gejala positif yang menonjol.

Penyebab 
Pengaruh Neurobiologis Ada beberapa teori tentang pengaruh neurogiologis yang menyebabkan Skizorenia. Salah satunya adalah ketidakseimbangan pada dopamin, yaitu salah satu sel kimia dalam otak.
Pada pasien penderita, ditemukan penurunan kadar transtiretin atau pre-albumin yang merupakan pengusung hormon tiroksin yang menyebabkan permasalahan pada zalir serebrospinal.
Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Data American Psychiatric Association (APPA) tahun 1995 menyebutkan 15 popuasi penduduk dunia menderita skizofrenia.
75% penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa muda memang beresiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. Kondisi penderita sering terlambat di sadari keluarga dan lingkungannya karena di anggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri.
Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak di obati, kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan psikolog.

Gejala 

Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain

  • ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh.
  • Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial).
  • Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi.
  • Gangguan perilaku: menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.

 Gejala-gejala skizofrenia pada umunya bisa dibagi menjadi dua kelas : 

  • Gejala-gejala Positif : Termasuk halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (kognitif). Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain.
  • Gejala-gejala Negatif : Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk beraktivitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia).

Meski bayi dan anak-anak kecil dapat menderita skizofrenia atau penyakit psikotik yang lainnya, keberadaan skizofrenia pada grup ini sangat sulit dibedakan dengan gangguan kejiwaan sepertiautisme, sindrom Asperger atau ADHD atau gangguan perilaku dan gangguan Post Traumatic Stress Disorder. Oleh sebab itu diagnosa penyakit psikotik atau skizofrenia pada anak-anak kecil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh psikiater atau psikolog yang bersangkutan.
Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia, yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan, menganggap semua orang sebagai musuh. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin, kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil, afek sempit, percaya hal-hal aneh, pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya, persepsi pancaindra yang tidak biasa, pikiran obsesif tak terkendali, pikiran yang samar-samar, penuh kiasan, sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren.
Tidak semua orang yang memiliki indikator premorbid pasti berkembang menjadi skizofrenia. Banyak faktor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia, misalnya stresor lingkungan dan faktor genetik. Sebaliknya, mereka yang normal bisa saja menderita skizofrenia jika stresor psikososial terlalu berat sehingga tak mampu mengatasi. Beberapa jenis obat-obatan terlarang seperti ganjahalusinogen atau amfetamin (ekstasi) juga dapat menimbulkan gejala-gejala psikosis.
Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati, namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik, terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis.
Kesabaran dan perhatian yang tepat sangat diperlukan oleh penderita skizofrenia. Keluarga perlu mendukung serta memotivasi penderita untuk sembuh. Kisah John Nashdoktor ilmu matematikadan pemenang hadiah Nobel 1994 yang mengilhami film A Beautiful Mind, membuktikan bahwa penderita skizofrenia bisa sembuh dan tetap berprestasi.

Organisasi Pendukung 

Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia(KPSI) adalah sebuah komunitas pendukung Orang Dengan Skizofrenia (ODS) dan keluarganya yang memfokuskan diri pada kegiatan mempromosikan kesehatan mental bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Keberhasilan ODS dalam pemulihan sangat tergantung kepada pemahaman keluarga tentang skizofrenia.
Komunitas ini juga bertujuan memberikan informasi tentang skizofrenia yang tepat kepada masyarakat guna memerangi stigma negatif terhadap ODS. Orang Dengan Skizofrenia sama sekali tidak membahayakan, bahkan mereka sangat membutuhkan dukungan semua orang. Dengan adaptasi yang tepat, mereka juga dapat bekerja dengan baik seperti orang normal.
Kegiatan penting yang dilakukan komunitas ini adalah menterjemahkan swadaya atas artikel-artikel penting tentang skizofrenia dan panduan-panduan keluarga. Kegiatan edukasi berupa kopi darat juga dilakukan untuk saling berbagi pengalaman antar keluarga maupun narasumber. Rencananya KPSI juga akan menerbitkan buku kisah sejati tentang dukungan keluarga.